Tampilkan postingan dengan label Strategi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Strategi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

LANGKAH STRATEGIS PENGEMBANGAN KAWASAN TECHNOPARK BANTAENG

Technopark adalah sebuah kawasan (daerah) dimana teknologi ditampilkan (diperagakan), dikembangkan dan dikomersialkan. Stakeholder dari sebuah Technopark umumnya adalah Pemerintah (biasanya Pemerintah Daerah), Peneliti (Akademisi), Bisnis dan Keuangan berikut Komunitasnya.  Secara garis besar ada 2 (dua) bisnis yang akan berjalan didalam Technopark, pertama adalah bisnis properti yaitu pemanfaatan gedung dan semua fasilitas yang ada dan yang kedua adalah bisnis kontennya yaitu layanan teknologi (R & D) dan jasa yang memberikan nilai tambah. Tujuan utamanya adalah meningkatkan daya saing daerah, menumbuhkan budaya inovasi,meningkatkan mutu,mengorganisir perpindahan IPTEK dari Universitas/Lembaga penelitian ke Industri sehingga mendorong terwujudnya aktivitas inovasi. Adapun langkah strategis yang akan ditempuh dalam pengembangan kawasan Technopark Bantaeng sebagai pusat perbenihan Indonesia bagian timur yaitu dengan mendekatkan lembaga penelitian ,lembaga pendidikan dan Industri wisata yang dapat meningkatkan peran teknologi informasi (TIK)/multimedia dalam memperkenalkan kawasan Technopark ketingkat Nasional/Internasional sebagai salah satu bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Selasa, 20 September 2016

BPPT PERAKIT BENIH UNTUK TECHNOPARK BANTAENG ??

by Ahmad Suhendra , dkk
MENGAPA MAYORITAS BENIH YANG DIHASILKAN DI TECHNOPARK BANTAENG BUKAN DIRAKIT OLEH BPPT?


Salah satu fungsi Technopark Bantaeng adalah mendekatkan/menarik inovasi/penelitian dari institusi (perguruan tinggi/lembaga Penelitian), sehingga dapat  mempercepat aktivitas inovasi para Technopreneur dalam pengembangan produk dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan inovasi tersebut ke produk yang dapat dipasarkan secara komersial. Pernyataan ini menjawab pertanyaan dari berbagai pihak mengenai benih yang dihasilkan oleh Technopark Bantaeng. Technopark Bantaeng menarik inovasi benih dan menjalin kemitraaan dari berbagai institusi sehingga komersialisasinya diharapkan  dapat meningkatkan pendapatan  para technopreneur/wirausahawan  dan menggerakan perekonomian Daerah. BPPT berperan untuk membantu proses kelahiran technopark di Bantaeng dengan mengkaji sekaligus memberikan diseminasi teknologi dalam berbagai bidang, utamanya benih. Teknologi produksi benih tidak hanya melulu pada benih itu sendiri namun juga pada hal-hal yang mendukung pertumbuhan optimum dari benih tersebut. Teknologi budidaya dengan segala aspeknya merupakan hal tak terpisahkan.

(Ref.Deborah J. Jackson ,What is an Innovation Ecosystem? 
National Science Foundation, Arlington, VA )

Dan tujuan yang paling jelas dari pemerintahan Jokowi saat ini bahwa dana yg ditanamkan pada kegiatan inovasi di Technopark , mampu menempatkan ekonomi daerah ke dalam fase pertumbuhan sehingga meningkatkan pendapatan dari sektor pajak

Kamis, 24 Maret 2016

Taman Teknologi (Technopark), Proyek atau sekadar Amal

Dalam Nawa Cita di butir yang keenam jelas dibunyikan bahwa ‘Kami akan membangun sejumlah science dan technopark di daerah dengan sarana dan prasarana berteknologi terkini’. Harapan itu ditindaklanjuti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas yang membangun 100 technopark di kabupaten/kota dan 35 science park di provinsi sebagai upaya meningkatkan produktivitas dalam negeri berbasis nilai tambah

Tetapi jangan sampai Nawa Cita menjadi kabur dan kekhawatiran semakin menumpuk tatkala pembangunan STP ini dianggap sebagai bagian dari charity negara. Akibatnya, setiap infrastruktur yang telah terbangun menjadi mangkrak karena pola pikir based project dalam pelaksanaannya. Siapa pun sampai saat ini boleh memberikan penyebutan idiom STP seperti research park, science park, science centre, technopark, technopolis, incubation centre, innovation cluster, dan sebagainya. Diperlukan kesepahaman mengenai pengertian STP sehingga jelas arah pengembangannya. Tidak mungkin STP dibangun dengan model simsalabim. ‘Dia’ harus dibangun melalui suatu kelembagaan yang jelas, melalui proses yang cukup panjang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

STP minimal harus memainkan tiga peran utama, yaitu melaksanakan penelitian dan pengembangan, menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi serta menumbuhkan cluster industri atau menarik industri ke dalam kawasan. Diharapkan, ekosistem inovasi benar-benar bisa terwujud dengan aktor utama Quadruple Helix (academic, business, government, and community/ABGC). Jika suatu kawasan tidak memainkan tiga peran utama tersebut diatas dan tidak menciptakan ekosistem inovasi, kawasan itu belum bisa disebut sebagai STP. Di STP diperlukan adanya rencana dan kebijakan jangka panjang pengembangan riset (peta jalan penelitian), penyediaan lingkungan yang kondusif bagi berlangsungnya kegiatan riset, pengembangan, dan bisnis teknologi yang berkelanjutan serta link yang kuat antara Perguruan Tinggi, Industri, dan Pemerintah.

Minggu, 13 Maret 2016

Faktor Kritis Yang Menentukan Keberhasilan Sebuah Technopark

  1. KEPEMIMPINAN YANG KUAT. Pemimpin Technopark memiliki visi jauh kedepan, keputusan yang dibuat kuat/bertenaga  dan merupakan pribadi yang berpengaruh di lingkungan pelaku (Aktor dalam Technopark)  yang dapat mengejawantahkan (embodying) antara akademisi , industri, rencana jangka panjang dan manajemen yang baik.
  2. BUDAYA WIRAUSAHA. Tiga Pelaku dalam Technopark yaitu Akademisi, Pengusaha dan Pemerintah (Model inovasi Triple Helix) memiliki perbedaan budaya , sehingga perlu dilakukan perubahan yang mengarah kepada budaya entrepreneurial (Kewirausahaan).
  3. IDENTITAS. Memilki identitas yang jelas,diungkapkan secara simbolis sebagai nama Technopark atau logo  dsb.
  4. RENCANA JANGKA PANJANG. Memiliki manajemen dengan rencana pembangunan ekonomi jangka panjang yang mengacu kepada pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi teknologi sesuai fokus dari Technopark.
  5. REGULATOR.  Komitmen dan dukungan pemerintah (pusat/daerah), membantu perakitan dan pemeliharaan aset inti seperti perguruan tinggi, lembaga penelitian dan unsur-unsur utama dari infrastruktur publik . Bantuan politis untuk menyakinkan DPR/DPRD dalam hal pendanaan  terutama pada saat awal pendirian sebuah Technopark yang diharapkan akan berkurang dari waktu ke waktu sampai ke titik di mana masing-masing technopark dapat mandiri secara finansial. Pemerintah juga berperan dalam pemeliharaan fasilitas-fasilitas utama seperti laboratorium dan infrastruktur penunjang.
  6. LINGKUNGAN. Technopark harus menyediakan lingkungan bisnis yang terbaik, termasuk infrastruktur dan layanan dari berbagai jenis fasilitas pendukung, seperti fasilitas parkir ,ruang kantor ,layanan internet , informasi pasar dsb.
  7. NETWORKING. Technopark tidak dapat berkembang sendiri, sehingga perlu terhubung ke organisasi-organisasi luar yang mendukung perkembangannya. Tergantung pada fokus sebuah Technopark dan para stakeholder yang dapat mencakup pemerintah pusat/daerah (regulator), lembaga pendidikan, inkubator, penyedia layanan dan asosiasi perdagangan.
  8. TARGET dan KOHERENITAS. Identifikasi target pasar yang jelas akan membantu penyewa dan administrasi Technopark untuk mengerti permasalahan dan peluang bisnis yang ada. Mampu memilih maupun menolak perusahan yang akan bergabung di Technopark berdasarkan koherenitas (bertalian secara logis) dengan identitas Technopark.
  9. INSENTIF. Adanya insentif bagi para penyewa di Technopark, seperti insentif pajak, keringanan sewa, bantuan pembayaran gaji pegawai bagi perusahaan pemula/Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), insentif R&D, bantuan pemasaran dan manajerial.
  10. PERUSAHAAN MAPAN. Keterlibatan beberapa perusahaan besar yang sudah mapan, baik sebagai sumber pendanaan, bantuan tenaga ahli pemasaran, maupun sebagai sponsor pada acara acara tertentu
  11. HUKUM. Perlindungan hukum terhadap hak kekayaan intelektual baik berupa merek dagang, proses produksi, melalui paten atau cara keamanan lainnya.
  12. KLASTER INDUSTRI. Perusahaan-perusahaan berbeda yang tertarik pada sebuah Technopark dapat dikelompokkan dalam klaster tergantung pada pelanggan yang mereka layani atau solusi teknologi yang mereka sediakan. Sebagai contoh, sebuah klaster Industri perbenihan  jagung bisa melayani kebutuhan benih industri jagung untuk pakan ternak/pangan, jasa konsultasi teknik budidaya dsb.  Perusahaan yang tergabung dalam klaster industri biasanya adalah pemasok khusus, penyedia R & D yang berhubungan secara geografis atau yang memiliki pelanggan yang sama. Koneksi ini membuat ekosistem yang kuat di mana secara kelompok (klaster) tentunya lebih kuat daripada berdiri sendiri.
  13. LAYANAN SATU ATAP. Diperlukan kemudahan administrasi dalam sistim layanan satu atap (one stop service) misalnya: ijin usaha, sertifikasi benih, sertifikasi halal, eko label ,ekspor impor, pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) dsb yang disesuaikan dengan fokus Technopark.

Jumat, 04 Maret 2016

Analisis Rencana Investasi Bagi PPBT di TP Bantaeng

By Ahmad Suhendra

Suatu rencana investasi bagi seorang PPBT (Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi) di Technopark Bantaeng,  perlu di analisis kelayakannya secara seksama. Analisis rencana investasi pada dasarnya merupakan penelitian tentang dapat tidaknya suatu usaha (baik besar atau kecil) dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil, atau suatu metode penjajakan dari suatu gagasan usaha/bisnis tentang kemungkinan layak atau tidaknya usaha/bisnis tersebut dilaksanakan. Suatu investasi umumnya memerlukan dana yang besar dan akan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan investasi yang lebih teliti agar PPBT tidak terlanjur menanamkan investasi pada usaha yang tidak menguntungkan.

Investasi merupakan suatu pengeluaran sejumlah dana dari pengusaha guna membiayai kegiatan produksi untuk mendapatkan profit dimasa yang akan datang. Kegiatan produksi ini akan  menggunakan sumber-sumber untuk memperoleh manfaat (benefit), atau suatu kegiatan dengan pengeluaran biaya dengan harapan untuk memperoleh hasil pada waktu yang akan datang, yang dapat direncanakan, dibiayai, dan dilaksanakan sebagai satu unit .

Dalam analisis usaha ada beberapa kriteria yang sering dipakai untuk menentukan diterima atau tidaknya suatu usulan kegiatan bisnis, atau untuk menentukan pilihan antara berbagai macam usulan.  Dalam semua kriteria itu, baik manfaat (benefit) ataupun biaya dinyatakan dalam nilai sekarang (present value). Beberapa kriteria tersebut adalah diantaranya:
  1. Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value)
  2. Periode Nilai Kembali (Payback Periode)
  3. Perbandingan Untung-Biaya (Benefit-Cost Ratio)
  4. Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return)
  5. Titik Impas (Break Even Point)

Note : Contoh analisis dibawah ini bisa anda unduh dan dimodifikasi ( Penggunaan  dan modifikasi aplikasi ini sepenuhnya adalah tanggung jawab anda)




Sabtu, 20 Februari 2016

Pendekatan yang digunakan untuk mewujudkan "Technopark Bantaeng" sebagai pusat perbenihan

Pendekatan Agroekosistem
Pengembangan sistim usaha pertanian di Technopark Bantaeng (TP Bantaeng) yaitu sebagai pusat perbenihan, disesuaikan dengan zona agroekosistem sehingga memungkinkan keunggulan atau kekhasan sumber daya alam dan kondisi sosial ekonomi setempat menjadi penggerak usaha pertanian. Sumber daya lokal dapat dimanfaatkan secara optimal dan meminimalkan penggunaan input dari luar lokasi .

Pendekatan Usaha Agribisnis
Berbagai kegiatan budidaya pertanian di TP Bantaeng adalah saling terkait / tak terpisahkan antara industri hulu, hilir dan sektor penyedia jasa. Salah satu komponen usaha agribisnis adalah peningkatan produktivitas melalui peningkatan kualitas tanah/lahan (pemupukkan) , kesehatan tanaman (penanganan OPT) dan peningkatan kemampuan pelaksana di lapangan tentang teknik budidaya

Pendekatan Partisipatif
Melibatkan seluruh pelaku pembangunan pertanian di wilayah Kab.Bantaeng termasuk para petani yang dilibatkan sejak awal indentifikasi kondisi dan masalah wilayah. Sedangkan untuk mempercepat adopsi inovasi teknologi produksi dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan aplikasi teknologi (diseminasi)

Penetapan Prioritas Kegiatan

Prioritas kegiatan TP Bantaeng adalah produksi benih yang optimal dan ekonomis (menguntungkan) sehingga mampu menciptakan peluang bisnis baik pada industri hulu maupun hilir.

FUNGSI TECHNOPARK

Fungsi technopark
  1. Mempercepat inovasi teknologi melalui networking antara industri, perguruan tinggi, dan pusat-pusat penelitian yang ada dan menghasilkan efek sinergi ketika dibangunnya kluster industri.
  2. Sarana pemanfaatan sumber daya manusia dari akademisi dan lain-lain yang secara langsung meningkatkan daya saing global serta sebagai pusat untuk mengembangkan teknologi tinggi dan teknologi khusus (regional).
  3. Memberikan kesempatan untuk memperkuat kerjasama dan persekutuan antara peserta.
  4. Meningkatkan inovasi teknologi industri di daerah melalui dukungan teknologi kepada UKM.
  5. Meningkatkan daya saing perekonomian daerah dan nasional melalui pengembangan industri berbasis teknologi tinggi.
  6. Mendorong aktivasi ekonomi daerah melalui start-up bisnis, mentransformasikan kedalam struktur industri, menarik investor, menciptakan lebih banyak pekerjaan, dan meningkatkan pajak penghasilan (PAD).